Jika Hanya Andalkan Tabungan, Bisa Jadi Tidak Pernah Pergi Haji Selama-lamanya

Jika Hanya Andalkan Tabungan, Bisa Jadi Tidak Pernah Pergi Haji Selama-lamanya
Jika Hanya Andalkan Tabungan, Bisa Jadi Tidak Pernah Pergi Haji Selama-lamanya

Banyak orang yang mengira, mereka bisa pergi haji dengan menabung, padahal kalau mereka menabung dengan jumlah yang salah, maka selamanya mereka tidak akan pernah pergi berhaji.

Nah lho, baru baca paragraf pertama di salah satu bab buku berjudul ?Think Dinar!? karya Endy J. Kurniawan yang diterbitkan oleh Asma Nadia, tanda tanya besar langsung muncul dalam otak saya. Karena buku tersebut merupakan pinjaman, maka langsung saya fotokopi beberapa lembar untuk saya simpan dan saya baca ulang untuk dipelajari kalau-kalau masih ada yang bingung. Maklum, blom sempet hunting buku ke Gramedia?

Kemudian saya lanjutkan membaca buku tersebut?

Ketika mendengar biaya haji mencapai Rp 30.000.000 atau (US$ 3.000), ada seorang muslim berniat pergi haji dengan menabung 300 ribu sebulan. Dengan asumsi ia akan pergi haji setelah menabung 100 bulan atau 8 tahun 3 bulan.

Kondisi kemampuan menabungnya gak beda jauh ma kondisi keuangan kebanyakan dari kita, jadi kita lanjutin yuk ceritanya, kira-kira apa yang akan terjadi?

  • Well, mari kita hitung bersama apa yang terjadi 8 tahun kemudian.
  • Tahun pertama menabung terkumpul Rp 3,6 juta akan tetapi ONH naik 10% mengikuti inflasi menjadi Rp 33 juta.
  • Tahun kedua terkumpul Rp 7,2 juta akan tetapi ONH sudah naik 10% mengikuti inflasi menjadi Rp 36,3 juta.
  • Tahun ketiga terkumpul Rp 10,8 juta akan tetapi ONH sudah naik 10% mengikuti inflasi menjadi Rp 39,93 juta.
  • Tahun keempat terkumpul Rp 14,4 juta akan tetapi ONH sudah naik 10% mengikuti inflasi menjadi Rp 43,923 juta.
  • Tahun kelima terkumpul Rp 18 juta akan tetapi ONH sudah naik 10% mengikuti inflasi menjadi Rp 48,31 juta.
  • Tahun keenam terkumpul Rp 21,6 juta akan tetapi ONH sudah naik 10% mengikuti inflasi menjadi Rp 53,14 juta.
  • Tahun ketujuh terkumpul Rp 25,2 juta akan tetapi ONH sudah naik 10% mengikuti inflasi menjadi Rp 58,46 juta.
  • Tahun kedelapan terkumpul Rp 28,8 juta akan tetapi ONH sudah naik 10% mengikuti inflasi menjadi Rp 64,306 juta.

Wadaw, ternyata setelah menabung delapan tahunpun uang yang dikumpulkan tidak akan pernah cukup untuk ongkos naik haji. Apakah ini pertanda bahwa kebanyakan dari kita tidak akan pernah bisa menunaikan ibadah haji?

Kalau hanya mengandalkan tabungan uang kertas di bank jawabnya kemungkinan besar adalah YA! Tapi kalau kita mencoba untuk mengganti tabungan kita dari uang kertas menjadi emas, kemungkinan besar sebagian besar dari kita insya Allah tetap bisa menunaikan ibadah haji.

Lho kok bisa? Sebab laju inflasi rata-rata pertahun adalah 10% sedangkan laju emas bisa mencapai 25%! Masih gak percaya? Silahkan baca tulisan yang ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*